KUBU RAYA, SP – Bupati Kubu Raya, Sujiwo, resmi dianugerahi gelar Warga Kehormatan Komando Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) TNI Angkatan Udara (TNI AU).
Anugerah ini diberikan dalam rangkaian Upacara Penyambutan Purna Tugas Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Kewilayahan Provinsi Papua Tahun Anggaran 20252026 yang berlangsung di Lapangan Upacara Batalyon Para Komando (Yon Parako) 466 Kopasgat, Pangkalan TNI AU (Lanud) Supadio, Jumat (10/7/2026).
Penganugerahan tersebut menjadi momen istimewa yang berlangsung dalam suasana penuh khidmat dan dihadiri langsung oleh Panglima Korpasgat Marsdya TNI Deni Muis, jajaran pejabat tinggi Korpasgat TNI AU, para komandan satuan dari berbagai daerah, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, serta tamu undangan lainnya.
Usai menerima penghargaan, Sujiwo mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) dan Panglima Korpasgat.
Menurutnya, gelar tersebut bukan sekadar penghargaan simbolis, melainkan amanah yang mengandung nilai pengabdian kepada bangsa dan negara.
"Pertama saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Kepala Staf Angkatan Udara serta Panglima Korpasgat yang telah mengangkat dan menganugerahkan saya sebagai warga kehormatan. Bagi saya, ini bukan sekadar sebuah gelar, tetapi memiliki nilai-nilai pengabdian yang harus saya pegang teguh," ujar Sujiwo.
Ia menegaskan bahwa status sebagai Warga Kehormatan Korpasgat akan semakin memperkuat komitmennya dalam menjalankan tugas sebagai kepala daerah.
"Tentunya ini bukan hanya sebatas sebagai warga kehormatan, tetapi ada nilai-nilai yang semakin memperdalam semangat pengabdian terhadap bangsa dan negara," katanya.
Hubungan Emosional Terjalin Lebih dari 25 Tahun
Sujiwo mengungkapkan bahwa kedekatannya dengan keluarga besar Korpasgat bukanlah hubungan yang baru terbangun setelah dirinya menjadi Bupati Kubu Raya. Ikatan emosional tersebut telah terjalin lebih dari 25 tahun.
Bahkan, menurutnya, hubungan itu sudah dimulai ketika dirinya masih menjadi anggota DPRD Kabupaten Kubu Raya, jauh sebelum menjabat Ketua DPRD, Wakil Bupati maupun Bupati.
"Ikatan emosional saya dengan Korpasgat sudah cukup lama, lebih dari 25 tahun kami berinteraksi. Bahkan dengan Batalyon Parako 466 ini sejak masih berbentuk kompi sudah saya bina. Saat itu saya belum menjadi Bupati, belum Wakil Bupati, belum Ketua DPRD, bahkan baru menjadi anggota DPRD," ungkapnya.
Sujiwo juga mengenang kedekatannya dengan satuan tersebut ketika masih dipimpin oleh Kapten Subuki. Saat itu, koordinasi dan komunikasi dengan personel yang kala itu masih bernama Pasukan Khas (Paskhas) telah berjalan dengan sangat baik.
Menurutnya, penghargaan sebagai Warga Kehormatan Korpasgat merupakan buah dari hubungan panjang yang dibangun atas dasar kebersamaan, saling menghormati, dan saling mendukung.
Filosofi Korpasgat Sejalan dengan Prinsip Hidup
Sujiwo mengaku sangat menghayati semboyan Korpasgat yang berbunyi "Karmanye Vadhikaraste Ma Phaleshu Kada Chana", sebuah kutipan dari kitab Bhagavad Gita yang juga disampaikan Panglima Korpasgat dalam penutupan upacara.
Menurutnya, filosofi tersebut telah lama menjadi pegangan hidup dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.
"Artinya, lakukanlah kewajiban dengan sebaik-baiknya dan jangan pernah menghitung untung ruginya. Nilai itu sudah lama saya pegang sejak menjadi anggota DPRD dan terus saya jalankan sampai hari ini," ujarnya.
Ia menilai nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun pemerintahan yang berintegritas dan berpihak kepada masyarakat.
Menjadi Benteng Moral dalam Memimpin
Bagi Sujiwo, status sebagai Warga Kehormatan Korpasgat memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar penghargaan. Bersama gelar Warga Kehormatan Brimob yang sebelumnya telah diterimanya, penghargaan tersebut menjadi pengingat moral dalam menjalankan amanah sebagai kepala daerah.
"Insyaallah amanah sebagai warga kehormatan ini akan saya pegang teguh. Justru dengan mendapatkan beberapa gelar warga kehormatan, itu menjadi benteng bagi diri saya. Ketika ada sesuatu yang berpotensi membuat saya melakukan tindakan yang tidak terpuji, saya langsung ingat bahwa saya bukan hanya Bupati, tetapi juga warga kehormatan Korpasgat dan warga kehormatan Brimob. Itu menjadi warning bagi diri saya sendiri," tegasnya.
Menurutnya, integritas seorang pemimpin tidak hanya dibangun melalui aturan, tetapi juga melalui komitmen moral dan tanggung jawab terhadap kepercayaan yang telah diberikan.
Apresiasi untuk Korps Baret Jingga
Di akhir keterangannya, Sujiwo kembali menyampaikan apresiasi kepada Panglima Korpasgat beserta seluruh jajaran pimpinan TNI Angkatan Udara yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Ia mengaku bangga karena para pejabat Korps Baret Jingga dari berbagai daerah di Indonesia turut hadir dalam upacara tersebut, sehingga menjadikan momen tersebut sebagai kehormatan besar, baik bagi dirinya maupun Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.
"Ini menjadi kehormatan yang luar biasa bagi saya pribadi dan tentunya bagi Pemerintah Kabupaten Kubu Raya," ucapnya.
Sujiwo berharap sinergi yang selama ini telah terjalin antara Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan TNI Angkatan Udara, khususnya Korpasgat, akan terus diperkuat dalam mendukung pembangunan daerah, menjaga keamanan wilayah, serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.
Penganugerahan Warga Kehormatan Korpasgat kepada Bupati Kubu Raya menjadi simbol eratnya hubungan antara pemerintah daerah dan TNI, sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi dalam mewujudkan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta pengabdian tanpa pamrih kepada bangsa dan negara. (*)